AKHIRNYA


kabut tipis perlahan menutupi langit biru
kau tetap duduk diam di bawah rindang pohon
diam. tak berucap.

awan mendung terbang mencari tawa kita dulu
dan kau tetap duduk menunduk di atas lututmu
diam. tak bergeming.

satu persatu rintik gerimis mengundang kebosananku
tapi kau hanya duduk tak beri isyarat apapun
diam. tak bergerak.

kini hujan tlah turun mengguyur kenangan kita dulu
kau terus duduk diam didalam derasnya hujan
diam. namun memandangku.

Air mataku jatuh seiring rintik hujan
Aku melangkah pergi namun kau tetap tenang
diam. terus memandangku.

petir yang kunanti akhirnya bisa membangunkanmu
kau berdiri dan berteriak memanggil namaku
maaf. kau ucapkan.

akhirnya hanya embun tersisa di rerumputan itu
kini kita sedang berjalan bersama sambil bercerita
tertawa. akhirnya.

-megalianiputri-

5 thoughts on “AKHIRNYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s