PENGGUNAAN AYAT DAN ADZAN SEBAGAI RINGTONE


Saudi Resmi Larang Penggunaan Ringtone Al-Quran
November 11, 2007 – Abdullah Hadrami

Pusat Kajian Fiqh Islam yang berpusat di Arab Saudi akhirnya memberlakukan fatwa pelarangan penggunaan ayat Al-Quran untuk nada panggil alias ringtonse
Al Mujamma’ Fiqh Al Islami (Pusat Kajian Fiqh Islam), yang menginduk kepada Rabithah ‘Alam Islami yang berpusat di Saudi akhirnya memfatwakan larangan penggunaan ayat Al-Quran untuk nada panggil. Alasannya, perbuatan itu secara tidak langsung merendahkan Al-Quran serta memutuskan bacaannya. Apalagi, terkadang juga bacaan nada panggil itu bisa berbunyi di mana saja, termasuk di tempat-tempat yang tidak layak Al-Quran dibacakan.
Fatwa itu dikeluarkan pada hari Rabu (7/11) kemarin, di saat Al Mujamma’ mengakhiri muktamar ke 19 nya di Mekah. Penggunaan ringtone Al-Quran termasuk tergolong perbuatan yang merendahkan Al-Quran. Atas dasar itulah mereka mengeluarkan fatwa haram.
Ada pun merekam Al-Quran di hand phone dengan bertujuan agar yang bersangkutan bisa mendengarkan tilawah Al-Quran, itu tidak dipermasalahkan, bahkan dianjurkan, karena hal itu termasuk wasilah untuk belajar.
Tidak hanya itu, Mujamma’ juga mengeluarkan fatwa atas bolehnya menjual hiasan-hiasan kaligrafi, dengan beberapa syarat, antara lain yang bersangkutan bisa menjaga benda-benda itu dari perbuatan-perbuatan yang merendahkannya, serta bahan-bahan yang digunakan bukan benda-benda yang najis.
Mujamma’ juga memperingatkan agar ayat-ayat Al-Quran ditulis dengan jelas, tanpa memotong huruf atau memasukkan kalimat satu dengan kalimat yang lain, sehingga tulisan kaligrafi itu sulit untuk dibaca.
Sebagaimana dilarang juga membentuk tulisan ayat-ayat Al-Quran menyerupai makhluk hidup, seperti manusia, burung atau yang lain. Juga dilarang menggunakan tulisan-tulisan itu untuk hal-hal yang bisa merendahkan nilai ayat-ayat itu, seperti menggunakannya sebagai salah satu alat promosi dalam kegiatan jual beli.[alby/thoriq] hidayatullah.com
(http://www.mail-archive.com/rantaunet@googlegroups.com/msg08093.html)

Fatwa Larangan Al-Quran Jadi Ringtone Dicetuskan
Kamis, 16/04/2009 08:12 WIB
Santi Dwi Jayanti – detikinet

Sebuah komunitas Islam bernama Jamia Ashraf-ul-Madaris di Kanpur, India, tengah menyiapkan fatwa pelarangan penggunaan ayat suci Al-Quran sebagai nada dering (ringtone).
Berikut alasan yang menjadi latar belakang komunitas itu. Katakanlah ada seorang pengguna ponsel yang memasang ayat Al-Quran sebagai ringtone, kemudian ada panggilan di ponselnya dan ia menjawabnya. Maka yang terjadi di sini adalah ayat tersebut akan terpenggal isinya.
Nah, kejadian seperti inilah yang ingin dihindari. Yaitu, memotong ayat Al-Quran di tengah jalan, karena dikhawatirkan dapat mengubah arti sebenarnya dari ayat tersebut.
Bahkan diklaim, mereka yang mendengarkan ayat ini secara setengah-setengah adalah anti Islam. Demikian dikatakan oleh Ghyasuddin, salah satu tetua di kelompok Jamia Ashraf-ul-Madaris, seperti dikutip detikINET dari Channel4, Kamis (16/4/2009).
Tak hanya itu, sebuah kritikan pedas juga ditujukan pada mereka yang menggunakan ponsel di toilet selagi masih memasang ringtone ayat Al-Quran. Sebuah dosa jika ayat suci ini terdengar terlantun di area toilet, masih menurut kelompok tersebut.
Selain itu, kelompok Jamia Ashraf-ul-Madaris juga melarang fungsi vibrate (getaran) diaktifkan saat sholat. Meski tak mengeluarkan suara, namun hal ini tetap dianggap dapat mengganggu kekhusyukan ibadah sang pemilik. ( ash / ash )
http://www.detikinet.com/read/2009/04/16/081225/1116215/398/fatwa-larangan-al-quran-jadi-ringtone-dicetuskan

Mufti Mesir: Dilarang Gunakan Ayat Quran Sebagai Ringtone Ponsel
Sunday, 24 January 2010 17:14

Mufti Mesir, Syaikh Ali Jumuah menyatakan bahwa tidak diperbolehkan untuk menggunakan ayat-ayat Qur’an dan adzan dijadikan nada dering ponsel.
Dia mengatakan hal tersebut dalam sebuah pernyataannya pada hari Rabu kemarin (20/1): “Menggunakan nada dering ponsel berupa ayat Quran dan adzan “tidak sesuai” dengan kesucian akan kesempurnaan Al-Quran, karena kesuciannya maka kita harus menghormati penggunaan hal tersebut.”
Dia menjelaskan bahwa penggunaan nada dering berupa adzan dan bacaan Quran, sama seperti mengutak-atik kesucian adzan dan Al-Quran, yang diturunkan oleh Allah yang sebenarnya diperuntukkan untuk mengajak orang sholat dan membaca serta menyimak Al-quran, dan bukan untuk digunakan dalam hal-hal yang akan menurunkan derajat kesucian Quran.”
Dia menegaskan: “Kita diperintahkan untuk menyimak serta memahami makna yang ada dalam ayat-ayat Quran, dan menggunakan hal itu menjadi nada dering maka kita tidak bisa menyimak dan memahami ayat-ayat yang dibacakan karena belum selesai ayat quran yang kita jadikan nada dering tersebut selesai dibacakan, kita telah memotongnya untuk menjawab panggilan telepon.”
Syaikh Jumaa berkata: “Kasus adzan tidak berbeda dari kasus Alquran, juga tidak pantas untuk dijadikan nada dering ponsel; adzan merupakan informasi yang menyatakan sudah masuk waktu untuk sholat, sedangkan nada dering berupa adzan diciptakan tidak untuk menunjukkan hal tersebut, jadi nada dering adzan akan berbunyi ketika orang menelpon dan hal itu sama saja menempatkan suara adzan pada kegunaan yang salah.”
Namun mufti Mesir ini memperbolehkan untuk menggunakan nada dering pada ponsel berupa nasyid-nasyid Islami berupa sholawat pujian terhadap Nabi Muhammad SAW.
Nasehat dari mufti republik Mesir ini datang untuk menegaskan kembali fatwa dari dewan riset Islam Al-Azhar yang melarang penggunaan ayat-ayat Al-Quran untuk nada dering ponsel. Sementara itu dewan fiqh Arab Saudi juga telah mengeluarkan fatwa yang melarang penggunaan ayat suci Al-Quran untuk nada dering; karena mengekspos Alquran secara vulgar akan terjadi penyalahgunaan terhadap Al-quran seperti memotong bacaan dari dari nada dering al-quran yang lagi berbunyi, bahkan ayat-ayat Quran tersebut bisa terdengar pada habitat yang tidak pantas seperti di dalam kamar mandi atau toilet.

————

Itulah beberapa berita tentang keputusan ulama-ulama di Negara Islam tentang penggunaan ayat dan adzan sebagai ringtone HP. Mereka sudah jauh-jauh hari melarang penggunaan ringtone ayat dan adzan. Namun bagaimana dengan MUI? Berikut saya kutip sebuah artikel :

MUI Pusat Tak Masalahkan Ring Tone Azan
Ummi kalsum – 9 Februari 2010

VIVAnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Blitar mempersoalkan ring tone azan dan ayat-ayat Al Quran yang banyak beredar di handphone. Ring tone itu dianggap ‘mengganggu’. MUI Pusat sendiri belum pernah mempersoalkan masalah ini.
“Kami nelum pernah membicarakan masalah itu. Belum pernah disinggung sedikit pun,” kata salah satu Ketua MUI Pusat Umar Shihab kepada VIVAnews, Selasa 9 Februari 2010.
Namun secara pribadi Umar tidak mempermasalahkan ring tone azan. Menurut dia boleh saja pemilik handphone merekam ring tone azan dan ayat-ayat Al quran dalam handphone-nya. “Selama itu ditempatkan di tempat terhormat, bukan di WC itu tidak ada masalah. Yang masalah itu kalau dibawa ke WC,” kata Umar.
Memang bisa saja, kata Umar, azan tiba-tiba berkumandang dari handphone pemilik saat ia kebetulan sedang berada di WC. Namun hal itu masih bisa ‘dimaafkan’ karena faktor ketidaksengajaan. Karenanya pemilik handphone yang merekam ring tone itu harus benar-benar memahami penggunaan ring tone sebelum merekam.
“Jangan kemudian secara umum dilarang, kan itu baik untuk mengingatkan pada ayat-ayat Al Quran dan azan,” kata dia.
Kalau pun MUI Blitar mempersoalkannya, boleh saja. Namun kalau sifatnya nasional seperti kasus ring tone ini, mereka tetap harus meminta pertimbangan dari MUI Pusat. “Tapi sejauh ini saya belum dengar masalah ring tone ini akan dibahas,” kata Umar. (http://id.news.yahoo.com/viva/20100209/tpl-mui-pusat-tak-masalahkan-ring-tone-a-fa55e98.html)

Jadi bagaimana? Saudi Arabia, Negara Islam yang besar, tanah kelahiran Nabi Muhammad, tanah tempat turunnya Al-Alaq 1-5, tahun 2007 telah melarang penggunaan ringtone tersebut. begitu juga India dan Mesir. Sedang di Indonesia (?)

Silahkan anda analisis fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia. Menurut saya pribadi, saya setuju dengan keputusan ulama-ulama di Saudi Arabia, India, dan Mesir. Karena saya berkali-kali memperhatikan penggunaan ringtone yang banyak dilakukan orang Indonesia, memang terkadang ayat dan adzan itu berbunyi di tempat yang tidak baik seperti WC dan sering kita potong seenaknya karena buru-buru mengangkat telepon atau membaca SMS yang masuk.

“Maka menjadikan ayat Al-Qur’an dan lafadz adzan untuk ring-tone HP dan sejenisnya adalah sudah termasuk mempermainkannya dan termasuk hal yang sia-sia. Adapun pelakunya telah masuk dalam firman Allah,
Dan berkata rasul, “Wahai Rabb sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sebagai yang disia-siakan.” (QS. Al-Furqon: 30).
Hendaknya setiap kita mengetahui, bahwasanya dzikir kepada Allah akan dinilai sebagai ibadah jika dilakukan dalam bentuk yang disyariatkan bukan dengan perkara yang diada-adakan. Sesungguhnya syarat suatu amalan adalah ittiba’2 dan ikhlas.
Tidaklah masuk akal, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan Al-Qur’an untuk dijadikan ring-tone untuk menandai adanya penelpon. Dan barangsiapa yang merasa melakukan demikian itu karena senang mendengarkan Al-Qur’an, maka kami katakan,
Sesungguhnya mendengarkan Al-Qur’an ada beberapa jalan. Di antaranya adalah melalui kaset dan radio. Maka orang yang meletakkan kaset dalam tape recorder pasti dia berniat untuk mendengarkannya. Akan tetapi siapa yang menggunakannya sebagai ring-tone HP, justru mempunyai tujuan lain, yaitu sebagai tanda adanya penelpon, dan inilah yang dilarang.”(http://www.nahimunkar.com/masalah-ayat-dan-adzan-dijadikan-ringtone/)

Semoga bermanfaat. ^^
Wassalamu’alaikum.wr.wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s