Rapuhnya Sang Karang


Hatiku tak bisa lagi merasa
Jemariku tak bisa lagi menulis
Setiap bait yang kurasa

Aku tak bisa lagi menjadi pujangga
Aku tak bisa lagi menulis kata-kata indah
Aku terlihat bodoh bahkan lebih!
Dan aku tak tahu mengapa!

Aku yang dulu setegar karang,
Terus menunggu walau dihempas gelombang!
Tapi kini aku rapuh
Begitu rapuh…

Ada apa denganku?
Siapa yang berani membuat karang ini melemah?
Aku bukanlah sosok yang rapuh!
Tapi tiba-tiba kau datang dan merubah segalanya!

Siapa kau yang berani menghancurkan?
Kau datang tiba-tiba dan kini pergi begitu saja
Siapa kau yang begitu bercahaya?
Bahkan menyilaukan aku yang tak berdaya

Aku benci!
Menjadi karang yang tiba-tiba melemah!
Aku benci!
Menjadi karang yang rapuh tak berdaya!

Aku kini tersadar
Bahwa aku tak punya arti apa-apa

Inilah satu fase kehidupan yang aku benci ketika menjadi karang
Saat aku harus menyerah,
Dihempas sebuah gelombang pasang!

.megaisme.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s