ALLAH SELALU ONLINE


Remaja adalah masa-masa pubertas atau masa pancaroba bagi suatu individu. Salah satu ciri-ciri masa pubertas adalah labil atau sulit mengatur emosi. Salah satu dampak dari kelabilan emosi ini sering kita disebut oleh kaum remaja zaman sekarang dengan sebutan galau. Tapi apakah kelabilan emosi bisa ditakhlukkan? Tentu. Emosi adalah nafsu. Dan nafsu bisa ditakhlukkan oleh IMAN.

Ya, IMAN. Keyakinan bahwa Allah selalu ada bersama kita, bahwa Allah begitu dekat dengan kita. Ketika kita bahagia, ada Allah tempat kita bersyukur. Ketika sedih, ada Allah tempat kita mengadu. Ketika merasa tersakiti, ada Allah tempat kita berkeluh kesah. Ketika kita sepi, ada Allah yang menemani. Ketika gundah, ada Allah tempat kita bercerita. Ketika ada masalah, ada Allah tempat kita meminta pertolongan. Ya, Allah tak pernah tidur. Allah tak pernah menghilang. Allah selalu online.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,” (Q.S. QAAF:16)

Hal-hal yang seringkali membuat remaja galau seperti merasa tidak ada yang mempedulikannya ketika punya masalah, merasa tidak tahu bagaimana cara meluapkan perasaannya, atau ketika merasa lelah karena rentetan permasalahan yang tak henti-hentinya. Tidakkah para remaja itu sadar bahwa ada Allah yang selalu peduli? Ada Allah yang Maha Mengetahui tanpa harus diberitahu? Ada Allah yang Maha Penyayang yang selalu memperhatikan umat-Nya?

Remaja-remaja yang merasa galau atau gundah dalam hatinya kebanyakan memilih untuk melepaskan unek-uneknya lewat jejaring sosial di dunia maya dan lewat ajang curhat-curhatan di dunia nyata. Namun tentu jika hanya mengandalkan teman-teman, mereka tidak selalu bisa diharapkan ada untuk mendengarkan keluh kesah kita, untuk meminta saran. Apalagi mengandalkan dunia maya, mereka tak selamanya online toh? Nah, kalau tidak ada satu pun teman yang peduli malahan mood bisa makin buruk.

Kenapa kita tidak menghubungi Allah yang selalu online? Kenapa kita tidak mendekatkan diri kepada Allah dan mengadu kepada Dzat yang telah menciptakan kita?

Rasulullah saw. bersabda dalam hadits Qudsi, bahwa Allah swt. berfirman:

وقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: “إن الله يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني”.

Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.”

Sesungguhnya ketika jiwa tidak tenang, syetan lah yang sedang mempermainkan hati kita. Mereka tertawa melihat kita kalang kabut seperti tak punya Allah. Mereka bahagia melihat kita lupa bahwa ada Allah. Mereka bangga karena berhasil membuat kita jauh dari Allah.

Kemajuan teknologi, kemudahan komunikasi dengan manusia-manusia lainnya, janganlah sampai memperenggang apalagi memutus hablumminallah. Sebenarnya, begitu banyak resiko ketika kita terlalu percaya kepada manusia untuk menceritakan masalah atau bahkan rahasia kita. Pertama, bisa timbul fitnah. Kedua, bisa timbul kesalah pahaman (apalagi di dunia maya). Ketiga, bisa timbul pertikaian. Keempat, aib kita diketahui oleh umum. Bukan bermaksud mengurangi kepercayaan kepada teman-teman dan orang-orang sekitar, tapi apakah kepercayaan kita kepada orang-orang itu mengurangi kepercayaan kita kepada Allah? Siapakah sesungguhnya yang mampu memberikan kekuatan kepada kita? Hanya Allah. Kepada siapakah sesungguhnya kita meminta pertolongan dan petunjuk? Tentulah Allah.

Jagalah hablumminallah begitu pula hablumminannas. Jangan sampai kita yang menjauh dari naungan cinta Allah. Iman memang terkadang bisa gersang. Maka ketika mulai gersang, siram dan pupuklah. Jangan berlama-lama terbuai dalam gersangnya iman. Iman adalah penuntun kita sampai akhir zaman. Salah satu cara menjaga kesuburan iman adalah dengan menjaga rutinitas ibadah.

Kita dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun dengan Allah. Karena Allah selalu online. Namun tentu, ada cara-cara istimewa untuk kita berkomunikasi dengan Allah.

1. Sholat. Ketika sholat, saat kita sujud, di saat itulah kita sangat dekat dengan Allah. Tunaikan sholat lima waktu sehari semalam karena itulah waktu-waktu yang telah Allah sediakan untuk beristirahat dari rutinitas dunia dan kembali mengingat-Nya.
2. Dzikir. Dzikir adalah mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT. Dengan berdzikir kita merasakan adanya eksistensi Allah di dekat kita, merasakan kesejukan jiwa, dan dengan berdzikirlah syetan takut untuk mendekati kita.
3. Doa. Doa adalah termasuk ibadah yang merupakan perwujudan dari penyembahan kepada Allah. Dengan berdoa kita sadar bahwa kita hanya makhluk lemah yang tak punya kuasa apa-apa. Berdoalah kepada Allah, sampaikanlah segala hal, mohonlah segala pinta, kadukanlah semua masalah, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Bijaksana.

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (Q.S. AN-NAML:62)

Jadi untuk apa galau? Kita punya Allah. Untuk apa gelisah? Allah selalu ada untuk membantu kita. Allah selalu online, maka jangan lupa terus online-kan imanmu.

MEGA LIANI PUTRI

5 thoughts on “ALLAH SELALU ONLINE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s