Orang Tuaku Luar Biasa


Nov 13, 2011, sore itu, aku bercakap hangat dengan host mom. banyak yang kami bicarakan, berawal dari power point yang sedang kukerjakan. ada hal menarik yang entah kenapa membuatku tersadar akan suatu hal, yang mungkin selama ini aku tak pernah memikirkannya.

kami membicarakan cita-citaku, aku ingin jadi ahli lingkungan (engineer) dan penulis. lalu aku bercerita kenapa aku ingin menjadi ahli lingkungan dan penulis. aku ingin jadi penulis karna menulis adalah hobiku, it’s my thing. aku ingin menginspirasi banyak orang dengan cerita dan kata-kataku. lalu, ahli lingkungan? aku ceritakanlah bahwa mama dan papa yang memotivasiku untuk melanjutkan studi ke teknik. mama papa pikir aku bisa dan mampu. Ridho Allah bersama ridho orang tua. dan aku menemukan teknik yang aku sukai, teknik lingkungan!

aku ingin menjadi “orang”. aku ingin mengaplikasikan ilmu-ilmu yang ku miliki. aku tak ingin hanya menjadi ibu rumah tangga kelak. aku ingin memiliki profesi yang bermanfaat bagi orang banyak. dan aku tak ingin menyia-nyiakan segala pengorbanan orang tuaku. di Indonesia, tak seperti di Amerika, orang tua harus membayar untuk menyekolahkan anak-anaknya. tak murah, orang tuaku membanting tulang untukku. aku tak ingin perjuangan mereka sia sia. aku ingin membuat mereka bangga dengan ilmu yang kudapatkan! bahwa ilmu yang aku dapatkan bermanfaat untuk masa depanku. mungkin itu satu-satunya jalan untuk membalas segala perjuangan orang tuaku.

lalu, host momku bertanya, bagaimana dengan penulis? jangan sampai kau mengorbankan cita-cita yang benar kau inginkan.

aku pun tersenyum. tentunya tidak. menulis adalah aku. dan aku yakin orang tuaku tahu. aku yakin mereka mendukungku. orang tuaku bukan orang tua yang kolot. mereka mendukung anak-anaknya untuk berprestasi. walau memang, ada kekhawatiran dan terkadang diskusi mendalam, tapi itulah orang tua, mereka hanya memastikan aku memilih yang benar. contohnya, tentang program pertukaran pelajar. lihatlah sekarang, aku sekarang disini, di Amerika, dengan ridho mereka! itulah orang tuaku, dengan segala kekhawatiran dan perdebatan, toh sebenarnya mereka mendukung dan semoga saja bangga.

aku bercerita panjang lebar tentang aku dan orang tuaku. wow. aku baru saja bercerita panjang tentang betapa luar biasanya orang tuaku. hah.. kenapa baru sadar sekarang? untuk pertama kalinya aku merasa begitu ingin memeluk papa dan mama, lalu mengucapkan terima kasih. hahaha.. tentu itu tidak cukup.. sama sekali tidak cukup..

aku jadi ingat kenangan masa lalu. aku ingat mama dan papa selalu tak suka aku pulang terlambat karna osis atau urusan ekskul. kadang mama memasang muka masam ketika aku sampai dirumah, atau menelponku, atau menegurku keras. kadang aku diam, kadang aku berusaha menjelaskan. sekarang aku sadar satu hal. mereka hanya memastikan aku menomor satukan studiku. aku tak menghabiskan hari dan lelah hanya karna ekskul.

host momku pun bercerita, mereka tak suka anak-anak mereka terlalu berlama-lama di ekskul. mereka bisa dan boleh ikut ekskul, tapi jangan sampai menghabiskan hari hanya untuk ekskul, tetap studi nomor satu.

mungkin itu pula yang dipikirkan oleh orang tuaku. ya…

aku juga ingat suatu hari, host dad ku pernah bercerita tentang anak-anaknya. kedua anak perempuan mereka tak ada yang bekerja sesuai dengan “lahan” perkuliahannya. tak satupun yang bisa memanfaatkan ilmu yang mereka dapatkan di bangku perkuliahan. beliau bercerita betapa tak sedikit biaya kuliah di amerika dan sayangnya tak satupun di antara mereka yang sepertinya mendapatkan manfaat dari perkuliahan. ya, aku ingat ekspresi “kecewa” di wajahnya saat menceritakan itu.

aku tak ingin ekspresi itu ada di wajah orang tuaku suatu hari nanti. aku berjanji.

Nov 19, 2011, kami bermain sebuah games, seperti tebak kata di church. ada acara harvest party bersama youth group. masing masing mebuat sebuah kalimat atau kata tentang hal-hal yang kami syukuri selama hidup di dunia. saat giliran host dadku, beliau membuat kata “kannak-kannak“. host dadku pernah ke Malaysia beberapa tahun yang lalu dan beliau mempelajari beberapa bahasa melayu yang hampir sama dengan bahasa Indonesia. aku tau apa yang beliau maksudkan, beliau salah mengeja “kanak-kanak”. beliau belajar sewaktu Malaysia kanak-kanak berarti children. hah, so sweet bukan? beliau yang sebelumnya mengaku kecewa dengan anak-anaknya, tetap mensyukuri hadirnya mereka.

begitulah orang tua. cinta mereka tak ada batasnya.

entah kenapa aku jadi ingat papaku. aku selalu ingat ekspresi “biasa” papaku saat menerima raporku, walaupun tertera “juara 1”, ekspresinya biasa saja, dan hanya mengucap “selamat” sambil menepuk bahuku. lalu malamnya, beliau pergi tanpa memberi tahu dan pulang-pulang membawa sate madura kesukaanku.

aku jadi ingat papaku, yang tak pernah memujiku. karna itu aku tak pernah menunjukkan dan membanggakan hal-hal yang kuraih padanya. nilai ulangan, profilku ada di koran, ataupun tulisanku di muat di majalah, aku tak pernah berani menunjukkan padanya. mungkin pada akhirnya beliau tahu karna diberitahu mamaku. komennya selalu biasa, kadang tersenyum, atau terkadang tertawa dan tak pernah serius mengatakan “aku bangga”

namun nantinya, aku mendengar dari keluarga, tentang cerita yang dibanggakan papaku tentangku kepada mereka. dan aku mendengar dari sahabat-sahabat papaku bahwa dia menceritakan prestasiku dengan bangga pada mereka..

aku ingat.. ingat sekali.. papaku tak sibuk mengurusi hal-hal tentang keberangkatanku ke Amerika. beliau tenang-tenang saja. namun di detik-detik terakhir.. aku ingat betapa beliau tak bisa menutupi kegundahan hatinya. aku ingat kepanikan di wajahnya. aku ingat pelukannya untukku, tepukan di bahunya untukku. aku ingat saat itu, saat beliau tampak jelas tak begitu akrab dengan kata kata manis, dan hanya bisa menepuk bahuku untuk mengucapkan “selamat jalan”

Semoga Allah memudahkan jalanku untuk membuat mereka bangga dan bahagia.

One thought on “Orang Tuaku Luar Biasa

  1. i think you`ll be a great writer in future Ega, i got my self inspired by this article. and thank you for reminding me about what our parents have done for us. ega berjuaaaang! haha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s