Ayah


Adakalanya aku bertanya, kenapa seorang ayah tidak keberatan untuk kerja lembur dan menghabiskan sepanjang hari untuk bekerja? dulu, ada kalanya aku sedih saja, jarang diajak berlibur, papa jarang di rumah, dan tak jarang tidak bersama kami di hari besar seperti Idul Fitri karna bekerja.
Entah kenapa, baru malam ini aku sadar.. setelah percakapan dengan host dad tentang jumlah jam kerjanya per hari. mungkin bisa dibilang 12 jam/hari.

untuk siapa lagi, kalau bukan untuk kita beliau bekerja? beliau rela melewatkan hari raya dan hari libur, untuk siapa lagi kalau bukan kita? beliau mungkin sudah tak peka lagi dengan rasa lelah, kalau bukan untuk masa depan kita untuk apa lagi?

ayah, itulah seorang ayah.. berjuang dalam diamnya dan tak pernah mengeluh lelah.

Maaf Pa, dulu aku pernah menyimpan rasa kesal, dan itu semua adalah kekanak-kanakan dan egoku saja.. walau mungkin tak cukup, namun izinkanlah aku berucap, terima kasih pa..

🙂 kalau ucapan terima kasih terlalu berat untuk diucapkan, maka jangan pernah sampai kata maaf yang terucap.. bahagiakan beliau, walau beliau tak pernah meminta dibalas kebahagiaan yang sama.. Insya Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s