Delapan Bulan


puncak itu mulai terlihat dari sini
akhir akhir ini aku berjalan santai saja
antara menikmati pemandangan dari atas bukit
dan keinginan untuk cepat sampai di puncak

Delapan bulan
D E L A P A N
ada yang bisa menjelaskan kenapa begitu cepat berlalu?
ada yang bisa menjelaskan kenapa aku merasa linglung?

Ikatan ini semakin erat membelengguku
dengan keluargaku
cintaku mengalir tulus
atas kasih sayang dan rasa ragu yang sempat meraihku

tapi aku belajar, masih belajar
terus berusaha mengerti arti keluarga
arti kasih sayang yang tumbuh secara alami
arti saudara untuk berbagi

aku makin sibuk belajar
belajar bukan dari buku
belajar dalam diamku memperhatikan
belajar dengan mata dan hati

tapi waktu makin singkat
sudah waktunya aku menulis konklusi
sudah waktunya aku harus menemukan “arti”
tidak lagi hanya melongo

aku semakin sering menemukan alasan untuk mengucap “Alhamdulillah”
banyak memulai hal baru dengan hati berucap “Bismillah”
menatap indah bunga-bunga yang makin banyak bersemi dengan “Subhanallah”
dan entah kenapa membuka halaman lama untuk akhirnya mengaku “Astaghfirullah”

Delapan bulan berlalu
ada mimpi yang kutuliskan:
“Allah, aku ingin pulang dan menulis buku.”

2 thoughts on “Delapan Bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s