Malam Galau


Malam ini aku galau. Duduk sendiri di ruang keluarga. Duduk di depan laptop berlatarkan musik Korea. Ah, tak seharusnya kuputar lagu-lagu ini, tambah bikin galau. Tapi, musik ini juga menenangkan. Aku baru saja menyelesaikan newsletter untuk dikirim ke Indonesia. Newsletter itu semacam surat yang berisi kabar terkini tentang aktivitasku disini sebagai exchange student. Ini newsletter yang kedua dan terakhir…

Ah, aku benci menghitung hari. Tapi karna newsletter aku jadi melakukannya. Tinggal dua bulan lagi… Aku membolak-balik halaman agendaku. Ya, tinggal dua bulan lagi. Bulan depan aku akan sibuk dengan berbagai kegiatan. Tapi untuk bulan Juni… Halaman itu masih kosong… Entah mungkin aku takut untuk menulis di atasnya.

Dua malam yang lalu, setelah makan malam, aku, Mee, dan Mom berbincang santai. Lalu kami bicara tentang “25 Juni” dan segala rencana dari pihak AFS. Mee menitikkan air mata, namun sekuatnya ia tahan setelah itu. Mom waktu itu menunduk saja, aku tahu dia juga menahan. Aku yang berada di antara mereka jadi tak kuasa menangis. Dalam hati aku remuk redam. Tapi aku berusaha saja untuk membicarakan hal lainnya.

Malam ini aku sendiri. Bolehkah aku titikkan saja air mata yang kutahan waktu itu? Dadaku sesak. Bolehkah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s