Ihsan dalam Perdebatan


*IHSAN DALAM PERDEBATAN*

Marilah kita belajar dari Nabi SAW, bagaimana beliau berdialog.

“Utbah bin Rabi’ah mendatangi Nabi SAW. Ketika itu Beliau masih tinggal di Mekkah saat kaum muslimin menerima berbagai siksaan yang berat. Utbah datang untuk membujuk beliau meninggalkan dakwahnya. Juga menawarkan istri, kedudukn, serta tabib pribadi jika beliau mengidap penyakit jiwa. Semua itu agar beliau meninggalkan dakwahnya.

Menghadapi hal ini, bagaimana Nabi SAW mendebatnya? Bagaimana Nabi SAW berdialog dengannya?

Beliau berkata kepadanya, “Aku akan mendengar apa yang kau katakan, wahai Abu Al-Walid.”

Ketika ia telah selesai bicara, “Apakah engkau telah selesai berbicara wahai Abu Al-Walid?” ” H.R. Al-Hindi no. 35428 dan As-Suyuthi dalam Ad-Dur Al-Mantsur : V/358

Siapa di antara kita yang ingin belajar cara bedialog di abad ke 21, belajarlah kepada Nabi SAW. Sesungguhnya, apa yang dikatakan oleh Utbah bin Rabi’ah adalah cercaan dan hinaan. Akan tetapi, lihatlah kepada Nabi SAW: “Aku mendengar apa yang engkau katakan” dan “Apakah engkau telah selesai, wahai Abu Al-Walid?”

Belajarlah kepada Nabi SAW.

Para pembaca yang berbahagia, sebagian orang yang paham agama, ketika terjebak dalam perdebatan, menjadi kehilangan kendali. Saya harap Anda sekalian mau belajar kepada Nabi SAW. Berbuat ihsan sampai dalam masalah dialog.

–Dikutip dari buku Semulia Akhlak Nabi yang ditulis oleh Amru Khalid —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s