Selamat Jalan Pak Jufril Siry


Subuh ini terasa begitu dingin ketika saya mendapatkan kabar bahwa Bapak telah dipanggil oleh Allah SWT. Allah SWT tidak ingin menyiksa Bapak dengan penyakit itu lagi mungkin. Sudah saatnya Bapak sembuh dan tersenyum, kembali kepada pangkuan-Nya.

Saya hanya murid Bapak yang banyak dosa. Saya sudah mendapatkan kabar kalau Bapak sakit. Tapi saya, yang lagi-lagi hanya hamba Allah yang banyak dosa, tidak sekali pun menjenguk Bapak ke rumah sakit. Maaf Pak. Ampuni hamba Ya Allah…

Saya terus berusaha mengingat kapan terakhir kali kita bertemu Pak. Mungkin ya, di tangga Smansa waktu itu. Ya.. waktu itu Pak. Apakah Bapak ingat? Waktu itu saya turun dari lantai tiga dan kebetulan Bapak baru saja keluar dari ruang TRRC. Langsung saya salami Bapak, lalu Bapak perkenalkan saya kepada Pak Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang. Bapak tampak buru-buru..

Sebelumnya.. di tangga yang sama.. itu adalah pertemuan pertama kita sejak saya kembali dari tanah rantau. Lalu Bapak bertanya, “Bagaimana rencana waktu itu?” Saya malu Pak, ternyata Bapak masih ingat pesan Bapak waktu itu lewat chat di Facebook,

“Jangan lupa pengalaman demi pengalaman ditulis sebagai buah karya untuk tanah air terutama kampus kita.” (10 September 2011)

Maaf Pak karena sampai sekarang saya belum melaksanakan pesan Bapak. Maaf Pak…

Insya Allah pesan Bapak itu masih saya ingat dan akan saya laksanakan. Insya Allah Pak.

Pak… Bapaklah guru yang sangat perhatian kepada murid-muridnya. Di sela-sela kesibukan Bapak, Bapak masih sempat menanyakan kabar saya, “bgm sehat2”, begitu Bapak tulis lewat chat Facebook. Malu saya Pak. Bapak sering yang duluan menanyakan kabar saya. Seharusnya saya Pak…

Saya juga ingat ini pak…

“Mega, senen besok smp 8 ultah ke 38, rencananya bpk sbg pembina upacara, ada pesan untuk adek2nya” (23 Oktober 2011)

Hahaha… Bapak masih ingat saya dari SMPN 8 Padang. Mungkin Bapak mengingat saya sebagai anak yang tidak lulus seleksi siswa baru mandiri di SMAN 1 Padang sampai-sampai kepala sekolah SMPN 8 Padang (Buk Ernawati Syafar) menelepon Bapak. Hahaha… Saya malu Pak. Tapi Alhamdulillah, saya lulus lewat jalur online. Alhamdulillah, saya sempat menjadi murid Bapak. Alhamdulillah, saya pun diberi kesempatan oleh Allah mengenal Bapak.

Saya kira pertanyaan Bapak waktu itu sekedar basa-basi. Ternyata tidak Pak. Bapak benar-benar menyampaikan pesan saya. Saya ingat setelah hari itu, banyak adik-adik siswa SMPN 8 Padang (Spendel) yang menghubungi saya. Saya merasa istimewa Pak dan semua karena Bapak…

Satu hal lagi yang berkesan setiap kita “chat” via Facebook, Bapak memanggil saya “Ega”. Hahaha… Saya merasa begitu akrab dengan seseorang karena panggilan “Ega” itu Pak. Saya malu bisa sempat merasa begitu akrab dengan Bapak…

Pak… Ingat tidak? Saya sering mewawancari Bapak untuk Batik’s dan Media Smansa, apalagi untuk mengupas konflik di Smansa sejak gempa 30 September 2009. Terima kasih sudah meluangkan waktu Bapak untuk kami. Saya tahu masa-masa itu adalah masa yang sulit untuk Bapak.

Bapak, saya percaya Allah Maha Penyayang. Saya percaya, Allah sangat menyayangi orang-orang seperti Bapak. Hanya Allah yang mampu membalas segala kebaikan Bapak di dunia. Semoga Allah membuat indah alam barzah untuk Bapak.

Semoga Allah pertemukan kita kembali di surga kelak agar saya bisa menyampaikan terima kasih saya yang tak tersampaikan di dunia.

Selamat jalan Pak.

-Mega Liani Putri

3 thoughts on “Selamat Jalan Pak Jufril Siry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s