Cerita tentang Diam


Akan kunikmati diam bila kau pun menulis tentangnya. Bila dengan diam kau dapat mendengarku, aku pun akan tetap membisu. Bila dengan menghilang aku bisa punya arti, maka kini aku sedang berjalan pergi.

Sesederhana itu. Saat itu.

Dua malam yang lalu aku buktikan kembali, bahwa diam lebih menyenangkan.

Aku bukan pencerita yang baik.

Namun, aku takut diam ini perlahan membawaku kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s