Hujan Tertawa


Kini kuceritakan pada hujan yang mengetuk jendelaku sedari tadi

kuceritakan kebingunganku setelah membaca berita dari angin

angin yang sempat berhembus menyusup jendela ini

 

Ada berita tentang sebuah rasa dan kerinduan

 

Apa tak sengaja aku mengundangnya?

Atau angin ingin singgah sebentar saja disini?

Atau mungkin… angin pun bisa salah arah?

 

Sudahlah…

angin itu memang sudah pergi

membawa berita yang tak ku sentuh sama sekali

mungkin sekarang ia berhembus ke tujuannya yang sebenarnya

 

Seketika hujan tertawa

karena sang hujan pun datang atas hembusan angin

 

Lalu, aku bertanya,

“Apakah kau akan singgah sebentar saja?”

 

Hujan hanya tetap mengetuk jendela

makin lama makin pelan

lalu hening.

 

-megaisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s