Indahnya Musim Gugur


Izinkan saya ceritakan dalam indahnya musim gugur.

Dari empat musim di utara sana dulu, musim gugurlah yang paling saya sukai. Mengapa? Musim gugur memberikan suasana yang berbeda. Untuk pertama kalinya, saya melihat bukit yang berubah warna menjadi kuning dan merah. Pepohonan tidak lagi hijau, tetapi berubah, merekah. Suasana yang berbeda itu menyejukkan mata saya.

Musim gugur itu sejuk. Tidak membekukan, tidak pula menggerahkan. Pas. Adem. Anginnya  lembut. Angin yang lembut itu lalu akhirnya meniup daun-daunan kering jatuh dari rantingnya. Saat itulah warna merah dan kuning tak lagi bertahan, tinggal ranting-ranting coklat menghiasi tepi jalan. Namun, tetap saja indah.

Musim gugur tidak bertahan lama, hanya tiga bulan sampai akhirnya salju datang, pertanda musim dingin datang. Begitulah fasenya. Awalnnya sang daun berubah dari hijau menjadi merah, lalu kering dan jatuh, lalu dahannya memutih oleh salju. Salju datang, musim gugur berakhir.

Ya. Sejak itu, saya tidak pernah menemukan indahnya musim gugur lagi.

One thought on “Indahnya Musim Gugur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s