Yang Tak Bisa Saya Lihat


Sering saya mencoba untuk mengingkari. Sering saya coba untuk tidak menggubris perasaaan di hati. Sering saya coba untuk menganggap ini semua hanya intuisi.

Dua tahun telah berlalu. Tulisan tentangmu masih hitam di lembaran itu. Entahlah, saya pun tak bisa mengerti mengapa harus kau yang tertulis disana. Siapa kau? Ini sudah menjadi pertanyaan saya sedari dulu.

Sudah tiga tahun kita tak berjumpa. Mungkin bisa lebih karna dulu pun saya tak begitu peduli dengan kau. Ada cerita lain, namun pada akhirnya saya lupa begitu saja. Lain hal tentang obrolan siang dengan malam kau.

Adakah tahun-tahun berikutnya untuk saya hitung tentang cerita ini? Cerita tentang mimpi dan kesungguhan.

Saya punya mimpi, begitu pula kau. Akankah mimpi ini mengantarkan kita pada satu titik yang sama? Waktu yang terus berputar akankah mendekatkan atau malah menjauhkan?

Saya mulai gamang, takut kau pergi terlalu jauh.

Tetaplah di sana di tempat yang tak bisa saya lihat, tapi sampaikan jika kau akan pergi lebih jauh lagi. Setidaknya saya tahu kau masih ada.

One thought on “Yang Tak Bisa Saya Lihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s