Infak Kepada Siapa Ya?


Pada Q.S. Al-Baqarah: 219 Allah berfirman: “… Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).””

Nah, kepada siapakah kita seharusnya berinfak?
Allah pun telah menerangkan di ayat 215 pada surat yang sama: “… Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.””

Mungkin ada “stereotype” atau “pola pikir” masyarakat bahwa berinfak itu hanya kepada orang yang tidak mampu. Ternyata Allah memerintahkan kepada kita dengan jelas dalam Al-Qur’an bahwa orang tua dan kerabat urutannya lebih dahulu daripada anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.

Sudahkah kita ingat untuk berbagi “kelebihan” kita dengan orang tua dan sanak saudara? Indahnya keluarga jika tidak ada yang terlupakan.

Allahu a’lam bishshawab.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s