Menulis tentang Cinta


Ketika mereka berbicara tentang cinta, seketika sepi itu menelusup pilu di relung hati. Tak kuciumi wangi semerbak bunga-bunga cinta. Bahkan cinta itu sudah lama sekali aku titipi. Ku titipi kepada masa depan yang menyimpannya di dalamnya. Dia, yang tak pernah ku tahu keberadaannya.

Saat ini, tak ada cerita ketika mereka berbicara cinta. Aku hanya sendiri dalam pengharapan masa depan itu sebentar lagi. Aku hanya diam atau sekali-sekali bertanya, apa itu cinta?

Apakah itu rasa saat kau ingin dialah yang berjalan di depan sambil menggenggam tanganmu?

Apakah itu rasa saat kau ingin hadirnya yang bisa takhlukkan semua egomu?

Apakah itu rasa saat kau ingin ada tawanya di sudut rumahmu nanti?

Apakah itu rasa saat kau ingin dialah yang mengisi figura-figura di rumahmu nanti?

Apakah itu rasa saat kau ingin hidup di impiannya? 

Apakah itu rasa saat kau ingin dia yang akan menemani kau menua?

Entah apa itu cinta. Yang aku tahu kini hanyalah sepi dan keyakinan untuk tetap sendiri.

Dalam sepi, setidaknya aku menulis tentang cinta yang terus berharap dalam diam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s