Teman Perjalanan Pulang


23 Desember 2014

Pagi itu saya bangun lebih cepat dari pada alarm yang sudah saya set di handphone. Alam bawah sadar saya sudah tidak sabar membangunkan saya agar segera bersiap-siap; HARI INI SAYA PULANG!

Alhamdulillah saya mendapatkan rezeki lewat perantara orang tua untuk pulang ke Padang libur semester ini. Tidak ada yang luar biasa menunggu di Padang. Tidak ada yang berbeda. Yang ada tentunya rumah dengan empat orang tersayang dan keributannya yang saya rindukan. Entahlah, libur semester ini pikiran saya hanya ingin cepat pulang ke rumah dan cepat-cepat ingin menghirup oksigen Padang.

Pukul 5.10 pagi, saya tinggalkan kamar kos saya. Saya pastikan semuanya tertata rapi. Saya siapkan semuanya untuk menyambut diri saya sendiri kembali beberapa minggu lagi. Kabel-kabel sudah dicabut, lampu dimatikan, jendela terkunci. Yap, it’s time to go! Kukunci pintu kamar dan melangkah pergi bersama Diah, teman satu kosan yang juga akan pulang ke Padang.

IMG_20141223_080124

Naik Cipaganti pukul 6, Alhamdulillah cuaca Bandung cerah pagi itu. Jalanan pun lancar. Sejak awal perjalanan saya ingat ada sesuatu yang diberikan seseorang untuk menemani perjalanan: novel Supernova – Gelombang. Saya buka halaman pertamanya. Ada puisi yang indah…

Dimensi tak terbilang dan tak terjelang
Engkaulah ketunggalan sebelum meledaknya segala percabangan
Bersatu denganmu menjadikan aku mata semesta
Berpisah menjadikan aku tanya dan engkau jawabnya
Berdua kita berkejaran tanpa pernah lagi bersua

Mencecapmu lewat mimpi
Terjauh yang sanggup kujalani
Meski hanya satu malam dari ribuan malam
Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku
Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku

Selapis kelopak mata membatasi aku dan engkau
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku putus asa dan mencinta
Pada saat yang sama

Tidak asing, sudah ada yang pernah memperkenalkannya kepada saya. Namun kali ini lebih nyata, saya bisa membalik halamannya.

Oh ya, ritual yang tak pernah terlupakan saat membuka buku baru: menciumi wangi kertasnya. Wangi buku baru selalu menjadi favorit saya. Norak tapi setidaknya ada orang lain yang mempunyai hobi yang sama; Mrs. Kosa, guru saya di kelas Creative Writing di Pennridge High School dulu. Dan, saya bangga punya hobi yang sama dengan Beliau.

Kembali bercerita tentang teman saya itu, novel Gelombang membawa saya ke dunia lain selama perjalanan menuju Bandara, saat menunggu boarding time, sampai selama di pesawat. Kehidupan Alfa yang menjadi tokoh utama pun membuat saya ingin terus mengetahui halaman selanjutnya.

Sebenarnya mudah saja untuk membuka halaman terakhir untuk mengetahui kemana arah cerita ini akan berlabuh. Namun, bukankah kenikmatan dalam membaca itu adalah membalik halaman demi halaman tanpa mengetahui apa yang menunggumu di halaman selanjutnya?

Dari tokoh Alfa, saya mendapatkan sebuah inspirasi: Kadang yang kita butuhkan memang modal nekat tanpa ekspektasi. Itu yang bikin hidup kita lebih menantang dan membahagiakan pada akhirnya🙂

Perjalanan 1 jam 45 menit menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Minangkabau kali ini tidak semembosankan yang dulu-dulu. Kali ini saya duduk di samping seorang bocah berumur lebih kurang dua atau tiga tahun. Namanya Malik. Omanya duduk di sisi dekat jendela. Saya perkenalkan diri sebagai seorang mahasiswa ITB yang lagi liburan. Beliau pun memperkenalkan diri sebagai Oma yang mengajak cucunya pulang ke kampung halaman di Olo Ladang, Padang.

Awalnya Malik bertingkah nakal (tidak mau duduk dan dipasangi seat belt) sampai akhirnya pesawat mau lepas landas. Saat sesekali pesawat bergetar karena sedang menembus awan, tangan mungilnya menggapai tanganku. Wajahnya menegang lalu cengengesan saat aku tersenyum berusaha menggambarkan di wajah, “It’s gonna be okay.” 

“Jangan ganggu kakaknya, kakak lagi belajar tuh,” begitu Oma memberi tahu Malik supaya berhenti menggapai-gapai novel yang sedang saya pegang. Hahaha malu juga dibilang lagi belajar.

Saat ia mulai bosan, ia bersandar sesekali ke lengan kiriku. Hahaha cepat akrab juga bocah satu ini. Sesekali ia juga menyodorkan boneka puppy yang berwarna cokelat kepadaku. Minta dimainkan sepertinya. Ah, anak kecil selalu punya cara untuk menarik perhatian. Dan enaknya, mereka belum kenal yang namanya “gengsi”.

Saya sangat senang melihat Malik dengan Omanya yang tampak begitu akrab. Beberapa menit sebelum kami mendarat, saya akhirnya diberitahu kalau orang tua Malik tidak ikut ke Padang. Hanya Oma dan Malik. “Mama kemana, Malik?” tanya Oma yang kemudian menjawab pertanyaannya sendiri, “Cari duit, ya?”

Menarik. Seorang cucu dengan polosnya mau dibawa jauh sama sang Oma tanpa orang tuanya. Bahkan dia sangat excited. Waktu neneknya bilang, “Wah kita sudah sampai di Padang, Malik!”, Malik sontak bersorak gembira, tertawa renyah, dan bertepuk tangan. “Baru pertama kali ke Padang, ya Malik?” saya beranikan bertanya. “Iya Kak,” jawab Oma mewakili Malik.

———————–

Sekarang saya sudah di rumah. Duduk santai di kursi tamu, memandangi langit biru yang bisa saya nikmati dari pintu yang terbuka. Angin yang kurindukan, angin samudera Hindia, sekali-sekali menyapaku ramah, mengusir kerinduanku akan kesejukannya.

Teman selama perjalanan pulang kali ini menarik dan tak terduga. Ini pulang ketiga saya selama merantau ke Bandung. Apalagi ya yang akan menemani perjalanan pulang saya berikutnya? Atau mungkin suatu saat akan ada pertanyaan: dengan siapa? Hahaha entahlah.

Pagi tadi saya sudah menyelesaikan novel Gelombang. Ada perasaan kagum yang tumbuh akan kecerdasan seorang penulis yang sudah saya selami. Dee Lestari. Tampak jelas kecerdasanmu di setiap sudut ceritamu,

Dunia menulis memang dunia yang penuh rasa ingin tahu. Dunia yang tidak pernah berhenti mencari untuk kemudian memberi…

“Pada akhirnya menulis adalah proses belajar yang tidak pernah usai. Dan, itu jugalah yang membuat menulis begitu memikat.” -Dee Lestari IMG_20141224_095708

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s