Semester 3


19 Januari kemarin saya sudah memulai perkuliahan semester 4, Alhamdulillah. Saya sadar ada satu “ritual” yang belum saya tunaikan: menulis pengalaman semester yang telah lewat.

Setelah semua berlalu, barulah kita bisa berucap “waktu berjalan begitu cepat”. Begitulah relativitas waktu. Tak bisa diulur tetapi acap kali kita merasa terlalu lama untuk sampai ke momen yang sudah ditunggu-tunggu. Tak bisa dipercepat, tetapi waktu terus dengan sigap membuat tumpukan masa lalu.

Apa istimewanya semester 3 di Teknik Lingkungan ITB?

OSJUR

Bagaimana kalau saya awali dengan cerita osjur (ospek jurusan)? Bukan memori yang indah bagi saya, sejujurnya, tetapi menjadi kisah yang istimewa yang hanya bisa saya tuliskan di kisah semester 3. Sekali seumur hidup, hanya di semester 3.

Buat apa ikut osjur? Osjur itu adalah proses kaderisasi untuk menjadi anggota himpunan mahasiswa jurusan. Bagi saya, saya ingin menjadi kader Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB. Oleh karena itu, saya harus mengikuti osjur ini. Saya ingin maka saya harus. Bukan sebaliknya.

Saya diajarkan banyak hal tentang organisasi HMTL. Tentunya, saya dan 100 teman Wariga Sangkara (Angkatan 2013) harus mengenal dengan baik organisasi yang akan kami masuki. Pengenalan tersebut dilakukan lewat seminar, diskusi kelompok, dan kegiatan di lapangan. Intinya ada dua sesi selama osjur: lapangan dan non-lapangan.

Ada berbagai nilai yang diturunkan kepada kami. Namun, yang paling membekas bagi saya adalah kekeluargaan. Dari osjur, saya mengenal dan semakin melebur dengan keluarga baru saya: Wariga Sangkara. Walau mungkin dibungkus dengan sesuatu yang tampak “keterpaksaan”, di dalam hati kami adalah benar untuk berusaha menjadi suatu keluarga.

Ketika danlap (komandan lapangan) bertanya kepada kami, “Apa artinya keluarga?”. Saya acungkan tangan dan menjawabnya, “Keluarga adalah orang-orang terdekat di mana kepada mereka saya bisa pulang.”

Yang saya sebutkan bukanlah jawaban yang benar. Itu hanyalah sebuah definisi berdasarkan pengalaman pribadi. Bagikamu yang membaca, keluarga bisa saja memiliki makna yang berbeda. Saya mengerti bahwa yang danlap inginkan bukan menemukan jawaban yang “benar” sesuai standar yang direncanakan panitia. Saya percaya bahkan panitia tidak memiliki standar itu. Saya percaya bahwa danlap dan panitia ingin kami sendiri yang menentukan arti keluarga itu sendiri. Dengan begitu, kami tahu bagaimana caranya memperlakukan angkatan kami sebagai sebuah keluarga, yang bagi saya, menjadikannya pantas untuk menjadi tempat pulang.

Selama osjur, saya berniat untuk menjadi anak “baik-baik”. Saya sendiri plegmatis orangnya, tidak suka cari masalah. Tapi ada beberapa momen selama osjur yang membuat saya melanggar niat itu. Mungkin bisa dikatakan bahwa saya tidak begitu menyukai metode terutama saat di lapangan, saat kami hanya menerima materi dari satu orang yaitu danlap. Debat dengan danlap dan harus dipanggil panitia untuk meluruskan nilai-nilai yang disampaikan beberapa kali harus saya lalui. Satu prinsip diri yang saat itu saya temukan adalah bahwa saya akan membenarkan apa yang salah menurut saya di momen yang tepat. Saya bukan orang yang menunggu waktu berlalu dan menjadikan kesalahan itu terlanjur basi untuk dibenarkan.

IMG_20141012_051206

Pelantikan Anggota Biasa HMTL ITB Angkatan 2013

11 Oktober 2014, Wariga Sangkara resmi menjadi anggota biasa HMTL ITB.

AKHIRNYA, TEKNIK LINGKUNGAN!

Satu tahun pertama di ITB saya lalui untuk lulus Tahap Persiapan Bersama. Saya belum terdaftar di program studi manapun. Setelah satu tahun berlalu, akhirnya mimpi saya terwujudkan, Alhamdulillah saya lulus di Teknik Lingkungan ITB. Akhirnya saya punya jurusan! Jurusan yang jelas menuju mimpi saya menjadi seorang ahli di bidang lingkungan.

Mata kuliah di semester 3 lalu masih sangat dasar namun telah fokus di bidang Teknik Lingkungan.

Ada Matematika Rekayasa, mata kuliah tentang penyelesaian persamaan matematika yang dirumuskan sedemikian rupa untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Rumit, pelajarannya tentang regresi dan teman-temannya, ODE, dan PDE. Mata kuliah ini diajarkan oleh seorang dosen yang selalu tersenyum (dengan bangga saya perkenalkan bahwa beliau adalah dosen wali saya): Pak Haryo.

Ada Mekanika Fluida I, kami mempelajari tentang pergerakan fluida (cair maupun gas) di saluran tertutup. Hukum Bernoulli, jenis-jenis aliran, dan perpipaan adalah sebagian besar dari pelajaran di mata kuliah ini. Sangat Fisika, tetapi dipersempit yaitu tentang fluida.

Pengantar Teknik Lingkungan adalah mata kuliah paling dasar bagi kami calon rekayasawan lingkungan. Serunya ada tugas membuat presentasi tiap minggu. Sangat bermanfaat walau seringkali menjadi deadliner dalam menyelesaikan makalah dan presentasinya. Tiap minggu kami ditugasi untuk studi kasus tentang topik-topik yang berbeda seperti pencemaran air, pencemaran udara, global warming, dan pengolahan limbah. Saya dan teman-teman jadi mengetahui banyak kasus di berbagai belahan dunia dan infrastruktur-infrastruktur lingkungan yang telah dikembangkan di berbagai negara. Pembahasan kami tentunya masih amat dangkal, namun dengan mata kuliah ini saya semakin paham akan bidang yang akan saya geluti secara profesional in sya Allah. Kelas ini diajar oleh Pak Aje (Agus Jatnika) yang kalau tidak salah pernah saya ceritakan di semester 1, Beliau dulu dosen saya di mata kuliah Pengantar Rekayasa dan Desain selama TPB.

Ada dua mata kuliah TL lainnya yaitu Kesehatan Lingkungan dan Statistika Lingkungan. Kesehatan Lingkungan adalah mata kuliah tentang toksikologi dan penyebaran penyakit di hidrosfer, atmosfer, litosfer,biosfer, dan sosiosfer. Statistika Lingkungan adalah mata kuliah matematika statistika yang pada akhirnya akan digunakan untuk analisis persoalan lingkungan

Saya juga mengambil mata kuliah Teknik Sipil yaitu Pengetahuan Struktur; pelajaran tentang statika struktur dan sedikit dasar mekanika bahan. Ada pula mata kuliah Teknik Geodesi yaitu Pengantar Sistem Informasi Geografis yang saya sendiri masih bingung tentang kebermanfaatan mata kuliah ini. Mungkin karena saya sendiri belum mengerti tentang fenomena yang bisa saya transformasikan ke dalam data spasial yang bisa ditangani lewat sistem informasi geografis. Saya juga mengambilmata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di semester ini.

HAPPINESS IN PURSUING WHAT YOU LOVE

Kebahagiaan itu hadir seketika saat kita melakukan hal yang kita sukai. Kebahagiaan itulah yang saya temukan selama belajar di Teknik Lingkungan. Alhamdulillah, Allah mengizinkan saya untuk berada di sini. Bertemu dengan orang-orang yang luar biasa baik itu teman seangkatan, kakak tingkat, dan dosen. Saya menjalani pembelajaran dengan ikhlas karena ini pilihan saya sendiri. Saya hidup dalam mimpi dan dari doa yang terucap di masa lalu. Bagaimana saya tidak bahagia? Nikmat Allah mana yang berani saya dustakan?

Saya ingin kebahagiaan itu tidak hanya untuk saya, tetapi juga bisa saya bagi dengan keluarga terutama orang tua yang dengan restu merekalah saya bisa merantau dan kuliah di ITB. Semoga benar adanya, saya bisa membawa kebahagiaan untuk mereka. Untuk itu saya buktikan dengan laporan tiap akhir semester. Menurut saya, IP bukan segalanya, tetapi bisa menjadi hadiah untuk orang tua.

IMG_3470

Temu Akrab Pers Mahasiswa ITB di minggu UAS😉

Di kegiatan nonkurikuler, saya masih aktif di Pers Mahasiswa ITB, Kantor Berita ITB, dan menjadi Deputi Bank Data Biro Penelitian dan Pengembangan Kabinet “SERU” KM ITB. Ya, tidak jauh-jauh dengan hobi saya di bidang jurnalistik. Satu hal yang ingin saya ceritakan tentang pengalaman saya di ketiga tempat itu adalah saya mendapatkan kesempata n untuk bertemu dan berbincang dengan seluruh elemen kampus maupun tokoh masyarakat. Saya belajar untuk berkomunikasi efektif dan sedikit belajar tentang politik. Eits, jangan berpikiran negatif dulu. Politik adalah cara untuk mencapai tujuan. Salah satu contohnya adalah kegiatan saya di Bank Data. Ada program kerja kami yaitu menerbitkan infografis tentang data-data penting dan menarik untuk diketahui massa kampus, namanya ITB By Numbers. Saya dan rekan-rekan harus ke rektorat, LK, dan berbagai narasumber untuk mengumpulkan data. Alhamdulillah, kami bisa mendapatkannya dengan kesabaran dan kegigihan. Intinya, jika tujuan kita baik dan dengan penyampaian yang baik, in sya Allah orang-orang baik akan menolong kita🙂

MENCARI DAN MENJADI MANFAAT

Dari setiap kegiatan yang saya lakukan, saya selalu berusaha mempertimbangkan baik-buruknya, bermanfaat atau tidakkah bagi saya. Makin ke sini, saya mempunyai pertanyaan baru, bermanfaat atau tidakkah bagi orang lain? Siapa yang ingin menjadi suatu kesia-siaan? Dari sekarang hingga ke depannya, saya berharap apa yang saya lakukan bukan sekedar hobi, bukan sekedar untuk mencari kesenangan, tetapi juga mencari dan menjadi manfaat bagi sekitar.

Saya butuh nasehat, bimbingan, dan dukungan dari siapapun. Semoga ke depannya saya semakin banyak bertemu dengan inspirator-inspirator yang selalu memacu saya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Tunjukilah kami jalan yang lurus,(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Q.S. Al-Fatihah:6-7)

IMG_3706

Always remember that you are the answer of your parents’ prayers, be a daughter whom they will thank Allah for.

Semangat Menebar Manfaat,

Mega

One thought on “Semester 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s