Biru yang Selalu Memanggil Pulang


Ini warna biru pagi di tepian kotaku. Biru ini yang aku saksikan dari masa kecil. Ditambah dengan gunung-gunung di arah berseberangan yang dari kejauhan juga berwarna biru.

Saya tumbuh dengan pemandangan yang sangat biru. Langit kotaku seringkali biru jernih, awan menggumpal biasanya terbentuk jauh di dekat bukit-bukit sana. Mereka baru berangsur turun ke kota di sore hari.

Hujan pun biasanya malam hari atau dini hari.

Panas memang. Inilah kotaku dengan warna biru yang selalu memanggilku pulang.

IMG_8468

Pagi ini aku dan adikku Dinda berjalan pagi dari rumah hingga Pantai Purus, Padang. Tak sampai memakan waktu hingga satu jam, kami hanya perlu menyusuri Banda Bakali (Bandar Berkali).

Niat kami adalah menikmati pantai dengan sepeda couple. Ternyata sesampainya di pantai, Dinda sudah pucat pasi: kelaparan. Langsung saja ketika kami melihat spot peminjaman sepeda, kami menghampirinya dan meminjam satu dari beberapa sepeda yang ada.

Tidak untuk mengayuh santai, kami bergegas mencari warung makanan. Alhamdulillah tak jauh dari itu kami menemukan warung yang menjual nasi goreng. Kami pun berhenti.

Dinda yang sudah  kelelahan duduk di warung. Aku terus berjalan menuju hamparan pasir di hadapan warung.

private beach

Pantai itu sepi. Kira-kira 100 meter dariku baru ada Bapak dan anak-anaknya sedang bermain dengan ombak.

Aku pun menemukan tempat duduk yang begitu nyaman di tepian.

Damainya… Menatap garis horizon yang berwarna jingga lembut yang melebur dalam langit biru.

Deburan ombak yang pelan, tak mengejutkan.

Angin yang sepoi dan menyejukkan.

Pagi tadi sempurna…

——

Selepas makan, kami kembali ke spot peminjaman sepeda. Ya, kami tak berkeliling lama-lama.

Kami memilih duduk di hamparan pasir yang teduh oleh pepohonan.

Aku memandangi banyak keluarga yang tengah bermain ombak. Ada yang berenang jauh dari pantai, ada yang hanya sekedar menunggu ombak. Ada anak – orang tua yang tengah berkejar-kejaran. Ada pula yang sedang asyik bermain layangan.

IMG_8462

Ah… Sudah lama rasanya aku tak menyaksikan pemandangan ini di Pantai Padang. Beberapa tahun yang lalu, bagian pantai ini terisi oleh payung-payung warung makan. Sekarang pantainya kosong. Pengunjung bisa bebas bermain, keluarga bebas berlibur di sini.

Senang sekali bisa menikmati pagi yang sejuk dan hangat ini. Memandangi langit biru. Mendengarkan debur ombak yang diselingi oleh gelak tawa mereka yang sedang bermain… dan diamku dan Dinda di birunya pagi yang jarang kami nikmati berdua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s