Tapi Harap Mereka


Untuk tiap detik yang aku lalui karna mauku
Untuk tiap langkah yang dibiarkan agar bisa tercapai citaku..

Untuk semua kerelaan
Untuk semua restu dan bekal

Untuk tiap kepercayaan yang mereka titipkan…

Aku sadar,
ada harap mereka yang terselip dalam doa.

Bukan,
bukan citaku… Tapi harap mereka,
aku ingin menjemputnya.

Yang bebas, akan ada waktunya ingin kembali pulang dan berucap,
“Sudah.”

Aku tidak ingin jadi anak yang semakin egois setelah dibebaskan oleh orang tuanya tumbuh dan mencari apa yang ingin ia temukan. Aku berlindung kepada Allah dari kealfaan akan ridho orang tua. Aku meminta kepada Allah agar selalu diingatkan akan hal-hal yang membahagiakan orang tua, tidak hanya memenuhi hasratku sendiri.

Kepercayaan yang mereka berikan, bisakah aku balas dengan kemampuanku untuk mewujudkan sedikit harapan yang terselip di percakapan telepon kami?

Aku tidak ingin jadi anak yang lupa.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s