Semester 6 – (1) A Turning Point


Saya sedang menikmati sore hari Minggu di ruang tamu. Duduk bersama laptop. Baru saja saya membaca sebuah tulisan bagus. Tulisan bagus bagi saya adalah tulisan yang akan memicu saya untuk menulis. Dan inilah saya, teringat untuk menuliskan cerita semester 6 yang telah saya lewati.

Semester kali ini banyak cerita yang ingin saya bagi. Untuk itu, tidak seperti tulisan semester-semester sebelumnya, saya membagi cerita Semester 6 ke beberapa seri. Sore ini, saya tuliskan seri pertama… tentang turning point bernama MESPOM.

Semester ini semakin membuat saya feel engineering banget dengan semua mata kuliahnya. Saya makin banyak mengambil mata kuliah (pra)perancangan.

Semester lalu saya masih punya beberapa SKS wajib, yaitu Pencemaran Udara (3 SKS), Sewerage dan Drainase Berkelanjutan (3 SKS), Pengelolaan B3 (2 SKS), dan Pengelolaan Sumber Daya Air (2 SKS). Selain itu, saya mengambil mata kuliah pilihan di dalam prodi Teknik Lingkungan, yaitu Teknik Remediasi (2 SKS), Bangunan Air (2 SKS), Pengelolaan Limbah Industri (3 SKS), Teknologi Bersih (2 SKS). Selain itu saya juga mengambil satu mata kuliah di luar prodi, yaitu mata kuliah prodi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (RIL), yaitu Prarancang Landfill (2 SKS).

I can say that last semester had the best courses ever!

Mungkin karena saya banyak memilih mata kuliah yang memang saya sukai atau tertarik untuk mempelajarinya. Bawaannya jadi lebih enjoy! Well, walaupun ya masih ada mata kuliah wajib ya rada-rada hahaha

Oh ya, and the best part is… Semester in no praktikum yaay! Hahaha no laporan praktikum! Walau ujungnya ada satu praktikum Pengelolaan Limbah Industri yang sempet merusak kedamaian hahaha but it’s okay, untungnya cuma sekali hehe

Pencemaran Udara. Ini mata kuliah wajib yang teoritis banget. Di beberapa pertemuan awal, Ibu Puji (dosen kami) menjelaskan pengetahuan umum, seperti sumber pencemaran udara, jenis-jenis polutan, dll. Semakin hari pelajaran is getting complicated karena kami harus mempelajari bagaimana pencemar menyebar di udara, terutama yang dari cerobong. Jadi ternyata ada rumusnya untuk memperkirakan beban pencemaran di daerah sekitar sumber pencemar.

Industri yang banyak dibahas di akhir kelas ini adalah industri semen. Yap, industri semen adalah sumber pencemaran udara yang lumayan parah, terutama dalam bentuk partikulat (debu). Saat membahas industri semen, tidak bisa tidak, saya tentu teringat Papa yang berpuluh-puluh tahun mengabdi di sana. Ah, Alhamdulillah Papa tidak memiliki keluhan kesehatan saluran pernapasan yang berarti.

Baru beberapa waktu yang lalu, di meja makan ketika kami menikmati menu berbuka, saya tanyakan kepada Papa, “Papa pernah ngecek paru-paru Papa ga?”

“Dulu rutin kok dikontrol,” katanya. Kata Papa sih Alhamdulillah paru-paru Papa aman in sya Allah. Paling kata Papa kalau pulang kerja, suka ngebersihin lubang hidung dan warna kotorannya hitam…

Sewerage dan Drainase Berkelanjutan. Ini bisa dibilang mata kuliah yang paling aplikatif, paling TL banget, dan tugasnya mayan ribet. Jadi untuk mata kuliah ini itu kita punya tugas besar. Dari awal semester sampai UTS, saya kebagian belajar Drainase. Nah selama itu juga kita punya tugas buat ngedesain saluran drainase di salah satu wilayah di Bandung. Setelah UTS, dilanjutkan dengan Sewerage (air buangan). Nah tugasnya setipe, ngedesain jaringan perpipaan air buangan di suatu wilayah permukiman yang ga punya pengolahan limbah setempat kayak septic tank.

IMG_9224

Kuliah lapangan ke kolam pengolahan limbah domestik Jakarta. Proses pengolahan yang digunakan adalah aerobik. Jakarta adalah satu dari sedikit kota di Indonesia yang memiliki instalasi pengolahan limbah domestik terpusat.

Seru sih selama pengerjaan tugas, kita kerjanya berkelompok dan jadi sering jalan-jalan buat survey. Saya sekelompok sama tiga cowok yang cukup membuat saya betah ngerjain tugas-tugas ini. Jadi tahapan pengerjaan tugasnya adalah survei, tugas pustaka, perhitungan, lalu perancangan pakai AutoCAD. This is the most interesting part. Saya suka kalau ngambil bagian kerjaan gambar di AutoCAD hehe…

Sebenernya gambarnya simpel. Yang penting kita paham prinsip-prinsip perancangannya… kayak air diharapkan mengalir secara gravitasi, jadi dirancang saluran air dari kontur tinggi ke yang lebih rendah. Kita juga harus memperhatikan profil hidrolis atau profil air ketika mengalir mulai dari pangkal hingga ujung. Kedalaman penanaman pipa air buangan juga diperhatikan.

Di kelas ini saya jadi dapat ilmu tentang desain saluran drainase yang ternyata bermacam-macam, desain septic tank, perpipaan air buangan, dan wetland J

Pengelolaan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Mata kuliah ini teoritis: tentang berbagai bahan berbahaya dan beracun di lingkungan, ga hanya di industri tapi juga di sekitar kita seperti di rumah. Kami juga mempelajari pengelolaan limbahnya. Pengelolaan B3 itu terkait dengan banyak regulasi, nasional maupun internasional. Mata kuliah ini menuntut kami untuk membuat paper lalu mempresentasikannya di kelas. Well, saya menikmati kelas ini dan membuat saya tertarik untuk mendalami limbah B3. Alhasil, sekarang saya sedang Kerja Praktik di PT Semen Padang dengan topik Pengelolaan Limbah B3 hehe

Pengelolaan Sumber Daya Air. Fiuh, kelas ini diajar oleh seorang profesor yang T.O.P. banget di bidang ini. Tapi apa daya, seringkali diri ini sulit memahaminya :’) Tapi makin mendekati UAS, fungsi PSDA makin kebayang sih. Salah satunya adalah untuk pengelolaan waduk. Jadi kita bisa mengoptimalkan fungsi aduk dengan hitung-hitungan gitu guys. (don’t ask me to explain more because I am not good in this haha)

Teknik Remediasi. Ini mata kuliah yang saya paling exciting ngambilnya. Sejak mengenal kata remediasi pertama kali, saya tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam. Jadi, remediasi itu adalah upaya mengembalikan fungsi lahan yang telah tercemar. Remediasi yang kami pelajari di kelas ini adalah remediasi tanah dan air tanah tercemar. Nah, yang biasanya diremediasi itu adalah lahan yang tercemar limbah B3. (Look how I’ve become so fond of this subject?)

Teknologi Bersih. Nah, ini mata kuliah yang seru dan apa ya… hmmm.. Yang paling easy-to-get but hard-to-practice hahaha Jadi teknologi bersih itu adalah teknologi yang berupaya untuk meminimalkan dampak negatif industri terhadap manusia dan lingkungan. Kami tidak sekedar belajar teknologinya, tetapi konsep produksi bersih secara keseluruhan yang meliputi substitusi bahan baku, modifikasi proses, modifikasi produk, good house-keeping, pelatihan SDM, dan kajian berkala.

IMG_9369

Kunjungan ke Industri Tahu Susu di Lembang

Bangunan Air. Ini mata kuliah paling slo! No text book, semoga ilmu mengalir langsung dari pengalaman yang diceritakan oleh dosen kami, Pak Pri. Pak Pri juga slo bets! Kita biasanya belajar konsep dikit, terus langsung gambar. Beberapa kali kami juga diajak langsung lihat contoh bangunan air, seperti ke Taman Lansia buat liat konstruksi Pintu Air dan rekayasa taman di sana. Pak Pri orangnya detail banget, bak seorang engineer! Jadi di taman itu pathway-nya pakai keramik dan banyak yang udah retak. “Material ini ga cocok di taman kota kayak gini. Lihat, udah retak-retak. Kenapa ga pake bebatuan aja gitu jadi kesannya lebih alami,” kira-kira begitulah komen Beliau yang membuat saya lebih melek desain. Jadi desain itu seharusnya ga sekedar cantik, tapi fungsional!

IMG_9150

Kuliah Lapangan mandiri (tanpa dosen) ke kolam retensi kampus ITB Jatinangor. Kami disuruh mengunjunginya untuk kemudian menggambarnya.

Pengelolaan Limbah Industri. Fokus mata kuliah ini adalah proses pengolahan limbah cair industri. Sebenarnya ini di luar ekspektasi saya but mata kuliah sangat bermanfaat. Diajar oleh para pakar membuat saya lebih serius di dalam kelas. Ya masa ada profesor dan ada dosen yang sering ngisi kuliah di luar negeri, terus ga diperhatiin😉

IMG_9064

Kuliah Lapangan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah di salah satu perusahaan di sekitar Bandung.

And last but not least, Prarancang Landfill! Wah… mata kuliah yang paling WOW tugasnya tapi juga WOW manfaatnya! Jadi sejak saya ngambil mata kuliah persampahan semester lima lalu, saya jadi tertarik untuk mempelajari lebih jauh tentang landfill. Waktu tau ada kelas ini, saya ga ragu buat milih. Hahaha, ternyata, tugasnya seabrek! Dosennya udah ngasih warning sejak minggu awal. But I didn’t give up. It’s worth it. Belajar ngitung timbulan lindi (cairan sampah), timbulan biogas, memperkirakan umur pakai landfill, dan banyak lagi! Ya ini masih prarancang, jadi perhitungan-perhitungan engineering gitu. Kita belum sampai belajar desain detail engineering-nya.. Well, the lecturers make me love the class even more, Pak Enri Damanhuri (ahli persampahan nasional yang diktatnya dipakai mungkin oleh semua mahasiswa Teknik Lingkungan) dan Dr. Wahyu (sang desainer landfill Indonesia). Mereka sosok yang humble, lovable, and sangat saya segani! Beruntung jadi bagian dari kelas ini J

So where’s the turning point, you ask? Hahaha

Atas semua mata kuliah yang bisa dibilang makin engineering itu, saya sampai kepada pertanyaan “Bidang apa yang akan saya tekuni?”

“Kamu mau kerja dimana, Meg?”

Pertanyaan ini sudah saya siapkan jawabannya sejak dulu bercita-cita kuliah di TL ITB. “Saya mau kerja di industri besar, biar mengurangi dampak buruknya ke lingkungan. Kehidupan juga jadi mapan.”

Tapi semakin saya menghabiskan waktu belajar di kampus ini, suara keinginan itu makin meredup. Saya makin tidak tertarik untuk kerja di industri…

Sampai waktu minggu UTS, saya bosan membalik-balik catatan… akhirnya saya memutuskan untuk browsing-browsing.

Ide itu tiba-tiba muncul saja..  “Kerja di proyek-proyek PBB kayaknya seru…”

Saya pun mencari-cari informasi tentang UNEP (United Nations Environment Programme). Deg. Jantung berdegup kencang karena begitu excited dengan informasi yang saya temukan. Pekerjaan di sana tampaknya sangat dinamis dan adventurous! Wait.. Pusatnya (headquarter) di Kenya ternyata._.

Sejak perkuliah Pengelolaan Persampahan semester lalu, sebenarnya saya semakin menemukan ketertarikan untuk bekerja di pemerintahan (dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Mengapa? Karena saya merasa masalah lingkungan Indonesia seringkali berbenturan atau malah “dilindungi” oleh kebijakan yang tidak tepat sasaran dan lemah.

Entah kenapa membayangkan saya kerja di suatu proyek yang tidak hanya masalah engineering tetapi juga mencakup isu politik-sosial-kemasyarakatan lebih menarik bagi saya.

Berikut ada bacaan yang menarik:

Various scholars have shown empirically that in a first phase of the Kuznets Curve, economic development leads to environmental degradation. However, there is a certain turning point in economic development, logically related to the point where individual income levels increase and a demand for higher environmental quality emerges, where increased economic welfare goes hand in hand with environmental improvements. The interesting question is, of course, when a nation reaches that turning point and, for example in China’s case, whether China has already reached the point where a demand for environmental protection emerges.

Michael E. Porter & Claas van der Linde, Toward a New Conception of the Environment— Competitiveness Relationship, 9 J. ECON. PERSP. 97, 97–98 (1995).

Aah… Pekerjaan seperti ini, apakah cocok dengan saya? Saya kan jurusan engineering. Tidak belajar ilmu sosial yang banyak dipakai di birokrasi sana… Saya perlu belajar tentang….

ENVIRONMENTAL POLICY

Seketika frasa itu muncul di benak saya seperti kembang api yang mengiasi langit malam yang gelap. Detak jantung saya semakin kencang ketika saya mengetik “Environmental Policy Master’s Program” di Google.

Ternyata banyak universitas yang memiliki program S2 di bidang ini! Dan yang paling menarik bagi saya adalah….

MESPOM – Master’s on Environmental Science, Policy, and Management

Why?

  1. Karena ini program yang ditawarkan oleh sebuah konsorsium universitas beberapa negara, yaitu Hungaria, Swedia, Inggris, Yunani, Amerika Serikat, dan Kanada! Tahun pertama akan dijalani di Hungaria dan Yunani, sedangkan tahun dua untuk Environmental Policy akan dijalani di Swedia! Oh MY GOD!
  2. Di webnya menuliskan bantuan keuangan atau scholarship yang bisa diusahakan bila mendaftar program ini, salah satunya LPDP for Indonesians! Saya langsung merinding. They even mentioned Indonesia in particular!

Okay, excitement ini sudah lama tidak saya rasakan. Excitement seperti dulu saya menggebu-gebu menemukan passion saya di Environmental Issue dan ingin kuliah di Environmental Engineering ITB!

But wait… If I pursue this, I won’t be an engineer….?

Beberapa waktu saya memikirkan hal ini… But you know, the beat in your heart while finding your passion won’t lie!

Bismillah, this is my turning point. Saya ingin melanjutkan S2 nanti di program MESPOM untuk mendalami Environmental Policy. Ilmu ini saya perlukan untuk bisa mengabdi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau UNEP seperti yang saya impikan.

Which one first? Continue my study or apply for job?

Well, jawaban saya adalah saya akan memperjuangkan kedua-duanya. Apply for both and let’s see which one will come first.

Mohon doanya kawan-kawan. Sejauh ini, saya sudah menceritakan niat ini ke Mama-Papa dan tidak ada complaint hehe. Walau tetap doa Mama biar saya bisa kerja dulu biar bisa nabung…

Dan hal yang saya syukuri dari menemukan MESPOM dan pekerjaan yang saya inginkan adalah THE SPIRIT TO FACE MY FINAL YEAR!!! Merencanakan masa depan selalu membuat saya bersemangat untuk menjalani hari ini🙂

Ya Allah, perkenankanlah harapan untuk tak berhenti menuntut ilmu dan segera mengaplikasikannya di dunia professional!🙂

Ceritanya masalah akademik doang?

Yoi, cerita kemahasiswaan dan cerita menarik lainnya, tunggu di seri selanjutnya ya! Hehe

 

Padang, 19 Juni 2016

Mega🙂

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One thought on “Semester 6 – (1) A Turning Point

  1. S2 or apply a job?
    Apply for both and let’s see which one will come first.
    itu yang kulakukan juga, Meg. Dan Allah rupanya meridhoiku untuk bekerja lebih dulu.
    Nice story, Mega. Semoga semakin semangat menjalani hari.

    Miss you,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s